Hendi Prio Santoso Korupsi Tidak Ditoleransi di PGN

Perusahaan Gas Negara menjadi anti korupsi atau menentang praktik-praktik korupsi dengan adanya "zero tolerance corruption" yang dicanangkan oleh Hendri Prio Santoso sebagai pimpinan puncak BUMN bidang gas tersebut. 

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.


PGN menerapkan aturan yang tidak mentolerir korupsi atau "zero tolerance corruption"


 Selengkapnya :

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai salah satu BUMN kini membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, berupa semangat "zero tolerance corruption" (toleransi nol korupsi) dan mewujudkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan.

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi menambahkan, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar.

Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat.

Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service".
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/485065/pgn-wujudkan-zero-tolerance-corruption



Hendi Prio Santoso PGN Tuntaskan Sejumlah Proyek

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso menyatakan bahwa selama tahun 2014, untuk mendorong percepatan konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) di sektor transportasi, PGN berinisiatif untuk membangun  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU) di Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan 3 SPBG di wilayah Pondok Ungu Bekasi, Ketapang (Jakarta Barat) dan Bogor serta menyuplai gas bumi untuk 14 SPBG di DKI Jakarta. 


 
Untuk memudahkan akses konsumen, PGN juga telah membangun dan mengoperasikan MRU di kawasan Monas, Waduk Pluit dan Pool Trans Jakarta Cawang.  MRU yang disediakan PGN ini mampu melayani 500 kendaraan roda empat per hari. Hingga akhir tahun ini PGN menargetkan menambah lagi 12 SPBG / MRU.
Di sektor industri, pada bulan Agustus 2014 PGN mulai melakukan commissioning PGN FSRU Lampung. Di Lampung, hingga akhir Agustus 2014, PGN juga sudah menyelesaikan pembangunan pipa distribusi sepanjang 90 kilometer dari 100 kilometer yang direncanakan.
 
Sementara itu pembangunan jaringan pipa Kalimantan Jawa I (Kalija I) sepanjang 207 kilometer terus berjalan secara positif dan ditargetkan selesai pada kuartal III 2015. Dengan adanya pipa Kalija I tersebut, PLTGU Tambak Lorok milik PLN di Semarang, Jawa Tengah akan mendapat suplai gas dari lapangan Kepodang dan mampu menghemat biaya bahan bakar hingga sekitar Rp 2 triliun per tahun jika dibandingkan dengan menggunakan BBM.

Hendi Prio Santoso - Catatan Saat HUT 49 PGN

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, Kami bersyukur dan bangga bahwa PGN dapat terus berkarya untuk mewujudkan kemandirian energi dengan membangun infrastruktur dan menyalurkan gas bumi ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan energi baik yang ramah lingkungan dan efisien, PGN berharap perekonomian Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara lain demi mewujudkan ke sejahteraan rakyat.

"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada pelanggan, regulator, pemerintah, mitra bisnis dan stakeholder lain yang telah mendukung dan bersinergi dengan PGN selama 49 tahun untuk mewujudkan kemandirian energi di bumi pertiwi. Meningkatnya pemanfaatan gas bumi yang bersumber dan diproduksi di dalam negeri perekonomian akan semakin kuat dan memakmurkan negeri," jelas Hendi di Jakarta, Rabu (13/5).



Memasuki usia ke 49 tahun, PGN kini telah memantapkan diri sebagai BUMN gas bumi yang mandiri dengan membangun berbagai infrastruktur dan memperkuat pasokan gas bumi di sektor hulu. Di sektor infrastruktur, PGN telah membangun lebih dari 6.000 Km jaringan pipa gas, memiliki 2 unit Floating Storage Regatification Unit (FSRU), dimana salah satunya di miliki bersama melalui Nusantara Regas, membangun 2 unit Mobile Refueling Unit (MRU) dan sejumlah SBG di Indonesia.

Melalui jaringan distribusi, selama tahun 2013 PGN menyalurkan sebanyak 827 MMSCFD atau setara dengan 145 ribu barel minyak per hari kepada lebih dari 100.ribu pelanggan rumah tangga dan 3000 pelanggan industri, UKM komersial dan SPBG.

"Dengan menyalurkan gas bumi kepada para pelanggan tersebut, PGN mampu menciptakan efisiensi biaya bahan bakar hingga sekitar Rp 55 triliun per tahun. Bayangkan jika distribusi gas bumi semakin besar, tentunya efisiensi akan semakin tinggi dan akan memperkuat daya saing ekonomi nasional," ujar Hendi.



Untuk memperluas pemanfaatan gas bumi, tahun ini PGN akan mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur strategis seperti Program PGN Sayang Ibu yaitu program sejuta sambungan gas bumi untuk rumah tangga, pembangunan 3 MRU dan 16 SPBG di berbagai kota di Indonesia, serta pembangunan infrastruktur gas terintegrasi di Jawa Tengah dan Lampung.

Di Jawa Tengah, PGN tengah menyelesaikan pembangunan pipa Kalimantan-Jawa dari sumur Kepodang ke PLTU Tambak Lorok, Semarang. Proyek yang ditargetkan selesai tahun 2015 ini diharapkan dapat menciptakan penghematan biaya bahan bakar bagi PLN dan mengalirkan gas ke industri serta rumah tangga di Jawa Tengah.

Sementara di Lampung, bulan Juli ini PGN akan mulai mengoperasikan PGN FSRU Lampung yang ditargetkan dalam menyalurkan gas kepada masyarakat Lampung dan Pelanggan di jaringan South Sumatera West Java (SSWJ).